Akhirnya saya bisa nonton Ayat – ayat cinta (AAC) juga semalam. Sekian lama menunggu kehadiran film ini dibioskop membuat saya jadi sangat antusias saat diajak teman untuk menonton di PS tadi malam. Kebetulan juga dia punya tiket gratisnya, so nda ada alasan lagi menolak tawaran itu toh.
Dikendaraan yang saya tumpangi dengan teman saya itu, kami banyak berdiskusi mengenai film yang nantinya akan kita tonton itu. Lebih sering sih saya yang berbicara, karena saya sudah baca novel itu belasan atau bahkan puluhan kali. Teman saya itu dengan setia duduk disamping saya sambil mendengarkan saya berceloteh sumbang sambil kadang ikut berkomentar kecil.
Saya masih ingat dengan setiap detil cerita yang saya baca dinovelnya. Saya masih ingat perasaan saya saat menghayati setiap kata dan kalimat yang saya baca saat itu. Dan saya masih ingat bagaimana novel itu akhirnya bisa sedikit merubah diri saya.
Dengan kesan yang sangat dalam terhadap novel tersebut, tentu saja saya juga mengharapkan sebuah film yang paling tidak bisa memberikan sensasi yang sama terhadap diri saya. Sensasi imajinasi mengenai Mesir, Islam, dan juga karakter tokoh2x yang menjiwainya.
Tapi apa lacur. Tadi saya seperti menonton sinetron yang sering ditayangkan diTV. Imajinasi saya seperti diperkosa oleh adegan2x yang menurut saya tidak tepat dengan imajinasi saya. Gambaran saya mengenai Mesir langsung luluh-lantak dibombardir setting panggung yang minimalis.
Mana panasnya Mesir yang sering diumbar itu ?
Mana ketabahan dan kedewasaan seorang Aisya yang saya kagumi ?
Mana ke-cupu-an Fahri yang saya ingin contoh itu?
Yang saya lihat hanya gelapnya Mesir, kekanak-kanakannya Aisya, dan Fahri yang rapuh.
Pulang dari PS saya hanya terdiam. Pertanyaan dan kebingungan teman saya, seperti hanya sayup terdengar. Tak ada yang terdengar kecuali kata “Kenapa” dan “Maaf”.
Mimpi dan imajinasi ini hampir saja musnah, dan saya harus mulai membangunnya kembali saat sampai dirumah nanti.
Walau begitu, saya tetap merekomendasikan teman2x untuk menonton film tersebut tanggal 28 Feb 2008 nanti. Kalau anda sudah pernah membaca novelnya, siap2x saja kecewa nanti. Dan apabila anda belum membaca novelnya, saya sarankan untuk membaca terlebih dahulu baru kemudian nonton filmnya.
Buat MD Pictures, trims dah mo susah payah bikin film ini.
Buat Oom hanung, trims buat kreatifitasnya. Saya mohon maaf kalau mimpi saya mungkin terlalu besar.
Buat temans artis, trims dah mo peran-in.
PS:
Mungkin akan ada yg bertanya, “kenapa judulnya nda nyambung ya ? “.
hehehe, sebenarnya nyambung sedikit sih. May yang saya maksud dijudul tersebut adalah Luna Maya yang setelah nonton film Love kemarin saya puja2x. Namun setelah nonton AAC ini kayanya saya mo ganti ke Carissa Putri aja deh.
15 Comments
pertamaxxxxxxxx….huehehehe…
di add di facebook…thanx yagh…langsung nge-link ksini…
btw, bnyk yg bilang filmnya ga bisa ngimbangin novelnya bahkan kalah jauh…walaupun sulit untuk berkata…saia ttp pngen nonton jg ternyata…walaupun sudagh menduga akan kecewa…
salam hangat yagh…
@zahra
jangan lupa kalo dah nonton bikin artikelnya ya.
*salam hot*
hehehehe
mmmm
biasa ajha ya pelemnya?
saya juga ngerasanya bgitu ^^
malah, saya nunggunya kungfu panda
btw, widget moodmill ga dipasang? kl buat di blogspot tau?
tq before
damn it… sama aja, dah 3 orang yang kecewe berarti
Sorry, ogut masih telmi nich kang indrio, share to me on the kontrakan.
thx.
iya, novel AAC mang ijiban…
demikian juga da vinci code, lebih bagus novelnya daripada filmnya…
@bebex
kungfu panda itu apa ya ?
*bego mode= on*
@suprie
28 bsk mo nonton bareng nda ?
@ofank
gw kesana nanti mlm, Insya Allah
@winars
biasanya kalo film yg dibuat dari novel, emang kaya gini akibatnya …. sayangnya film nda bisa memenuhi semua imajinasi kita.
yup, bahasa novel itu berbeda dengan bahasa perfilman…
Aku baru mo nonton minggu depan…
ooh jd lebih memilih maria yah??
@winars
yups … tapi kok s mo nonton lagi yach :-d
@adit
ajak2x donk ..
@ridu
hehehe ..
salam kenal yuph ,.
Blog Travelling niy
Nice reading u’r Post
Keep BlogGinG
@vini
thx dah mo mampir
Salam kenal juga :-d
kecewa terobati dengan akting carissa puteri yg OK
Gw sih blom pernah baca novel AAC itu, tp menurut gw filmnya mang biasa aza bahkan bisa sering kita temuin di tipi tiap hari yang dikenal dgn sebutan SINETRON. Masih mendingan AADC deh ada mantan gw si yayank DIAN…
Salam kenal ya Indrio :-