Category Archives: Friendship

We will not down
Composed by Michael Heart

Thx to my lovely sister for share this.
Yes, we’re crying.
Yes, only this we can do for them.
But at least, we feel some thing.

Jujur. Sebetulnya saya agak sedikit malas untuk menulis artikel mengenai UU Pornografi yang sekarang ini menjadi polemik berkepanjangan dinegeri ini. Namun sebagai orang awam yang tidak banyak tau banyak mengenai hukum, undang2x, apalagi soal politik, perselisihan mengenai perlu atau tidaknya UU tersebut dibuat membuat saya miris dan kuatir. Perbedaan pendapat mengenai hal tersebut saya rasakan sudah mencapai titik yang sangat mengkuatirkan. Saya kuatir perpecahan yang timbul karenanya, akan membuat kita melupakan esensi dasar kenapa UU itu dibuat, dan kita hanya terus berselisih dipersoalan “kulit” yang sebetulnya tidak terlalu penting.

Jujur. Apakah diantara kita ada yang setuju soal hal2x berbau porno ? Apakah itu pornografi, pornoaksi, atau apalah namanya ? Saya yakin sebagian besar dari kita tentunya tidak akan setuju, kecuali jika anda pelakunya, penikmatnya, atau pendukungnya. Dan saya yakin anda bukan salah satu dari itu semua. Bahkan, jika anda adalah salah satu dari orang2x yang konta, saya yakin anda juga bukan pihak yang diuntungkan dari perilaku2x porno tersebut.Dan saya sangat yakin sekali, bahkan jika anda bukanlah orang yang religius, anda pasti tahu dan yakin bahwa perilaku porno sangat tidak baik dan menyimpang.

Jadi apa yang kemudian dipermasalahkan ?

Ada yang bilang bahwa, jika UU ini dibelakukan maka akan banyak orang yang akan kehilangan nafkahnya. Dan makin banyak orang miskin dinegeri ini. Maka saya bisa bilang, “Berarti anda pelaku porno. Silahkan anda cari nafkah dengan cara yang lebih layak bagi diri anda.” .

Ada juga yang bilang akan ada yang berontak dan berencana memisahkan diri dari negeri ini. Saya bisa bilang, “Anda layak untuk dikuatirkan nasionalismenya. Anda bilang anda yang menjadi bagian dari proses kemerdekaan bangsa ini, namun hanya karena perut dan nafsu, anda berani mengorbankan kelangsungan hidup bangsa ini ?!” .

Ada yang bilang bahwa dengan hukum yang ada sekarang sudah cukup, dan tak diperlukan lagi sebuah batasan yang akan membelengu hak pribadi warga negara. Untuk ini saya hanya bisa bertanya2x, ” Kalau sudah cukup, kenapa sekarang ini masih banyak orang yg pikirannya ngeres ? :p “.

Dan….. Masih ada 1001^n lagi alasan orang untuk menolaknya, dan kita makin jauh dari tujuan utamanya.

Saya hanya orang awam, warga negara biasa yang tidak mengerti hukum dan politik. Saya hanya seorang ayah yang mencintai anak2xnya. Saya hanyalah seorang lelaki yang juga punya nafsu. Dan karena itulah maka saya membutuhkan UU itu.Bukan untuk membelengu hak pribadi saya. Bukan juga untuk agar terlihat religius dimata masyarakat. Saya hanya butuh perlindungan dari negara untuk saya dan keluarga saya. Dan, apabila saya melakukan kesalahan, saya ingin segera diingatkan oleh para tetangga dan sahabat2x saya, agar saya tidak lebih dalam lagi terjerumus dalam kesalahan. Karena itu tandanya mereka menyayangi saya.

Nda terasa tinggal hari ini aja kita berpuasa. Entah kenapa tiba2x pagi ini saya merasa sedih banget, karena esok hari bulan Ramadan tahun sudah akan berakhir. Saya sedih karena merasa bahwa amalan saya dibulan yang katanya penuh rahmat ini masih sangat kurang. Masih banyak niatan saya yang hingga hari ini belum sempat tercapai.

Arghhh … andai saja saya bisa meyakini diri saya bahwa Dia masih mengijinkan saya untuk menemui Ramadhan ditahun depan, pasti saya nda akan sesedih sekarang ini. Namun apa mo dikata, tidak ada seorangpun yang bisa memastikan hal itu.

Kalau saja Dia nda memerintahkan untuk bergembira menyambut hari esok, tentu saya tidak ingin merayakannya. Tetapi perintah tetap perintah, dan saya takkan kuasa tuk melawannya, bahkan walau hati tidak rela.

Untuk besok, Dia pun memerintahkan kita untuk bertakbir, bergembira, dan saling memberikan maaf untuk sanak-saudara yang jauh maupun yang dekat. Dan karena perintah ini pulalah maka saya dan sekeluarga memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan kami yang telah lalu, baik itu disengaja maunpun tidak. Dan kalau ada yang merasa telah berbuat salah untuk saya dan keluarga, jangan kuatir, kami telah memaafkan.
Well, selamat hari raya Idul Fitri 1429 H. Semoga kita bisa bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan. Amien.

Brengsek ….

Kau bunuh kami pelan – pelan.

Kau rusak kami hingga kami tiada lagi berwujud manusia.

Kau punahkan kami dan anak – anak kami dengan senyummu yang busuk itu.

Siapa kau hingga berani berlaku seperti ini kepada kami ?!?!?!

Kamu pikir kami hanya gerombolan hewan melata yang mengemis dibawah kakimu ?!?!?!

Kamu merasa sebagai raja dinegeri yang hampir punah ini

dan tiada seorang pun yang bisa melindungi kami, bahkan para pemimpin kami.

Kau adalah musuhku nomor satu

Tunggu saja saatnya,

aku akan biasakan kau dengan tanganku hingga kau tak ada lagi di negeri ini.

Seorang bijak pernah berkata “Kalau kita kehilangan masa lau, berarti kita sudah kehilangan sebagian besar diri kita sendiri”. Memang benar kata2x itu. Diri kita adalah produk dari masa lalu yang sudah kita lewati. Diri kita adalah hasil karya waktu yang kadang kala kita habiskan hanya untuk roman picisan yang kemudian hilang, atau kita habiskan untuk sebuah karya yang kemudian dilupakan orang.

Waktu memang kejam. Tanpa permisi dia terus berlalu dengan lenggangnya, seakan2x kita tidak pernah ada. Sekali ia lewat, tak ada ampun lagi bagi kita untuk menghalaunya. Bahkan untuk mencegah ia berlalupun kita tdk sanggup. Mungkin yang bisa kita lakukan hanya selalu waspada dan berusaha menghadapinya.

Seringkali saat kita menghadapi dunia kekinian dan masa depan, kita melupakan masa lalu yang justru sangat berjasa bagi kita sekarang dan kemudian. Masa lalu sering dianggap hanya merupakan bagian dari ingatan yang kita butuhkan saat kita sedang sendiri dan merenung.  Masa lalu sering kita anggap hanya sebagai sesorang yang kita temui dijalan. Dia boleh ada, namun segeralah pergi dan menghilanglah.

Saat ini, saya sedang kangen2xnya dengan para sahabat yang sudah lama tdk saya temui. Dan kebetulan, saya menemukan halaman blog ini yang sudah begitu lama dilupakan. Entah siapa yang bikin blog itu, tapi saya mencurigai salah satu sahabat saya yang membuatnya bersamaan saat saya membuat blog saya yang satu ini.

hmmm, empat tahun seperti baru kemarin, namun perubahan yang kita alami sudah terlalu banyak untuk dibandingkan. Namun, saya bisa tekankan disini bahwa diri saya masih seperti dulu. 4, 8, atau bahkan 20 tahun lalu, tidak banyak mengubah diri saya kawan. Saya masih menjadi orang yang tergila2x dengan GNU/Linux, masih suka teh botol, masih suka naik genteng cuma untuk melihat bulan dan bintang, masih bengong kalo ada yg ngobrol soal bola. Tapi yang terpenting dari itu semua, saya masih menyimpan ingatan akan kalian dikepala dan hati saya.