Skip navigation

Siapa yang tidak kenal dengan ‘om google’ ? Hampir semua orang yang menggunakan internet sudah pasti mengetahuinya. Saking populernya google, sampai – sampai kata ‘google’ sendiri kini menjadi sebuah instilah baru yang populer untuk mengaitkan dengan kata ‘mencari sesuatu di internet’.

Namun, kini ada sebuah website baru yang mirip dengannya namun dengan karakter yang sedikit berbeda dengan google dengan nama Blackle.


Blackle adalah sebuah webite yang menyediakan layanan seperti google, yaitu layanan mesin pencari (Search Engine), bahkan blackle juga menggunakan engine dari google sehingga hasil pencarian menggunakan blackle juga sama dengan google. Lalu kenapa kini saya harus menggunakan blackle ?

Alasan yang dikemukakan oleh blackle antara lain adalah untuk mengemat energi yang anda gunakan untuk menjalankan komputer anda. Loh kok bisa ??? Menurut ecoiron, penggunaan warna putih pada website google.com menggunakan listrik sekitar 74 watt untuk konsumsi layar CRT, sedangkan penggunaan warna hitam pada blackle.com hanya menggunakan listrik sebesar 59 watt. Jadi jika anda menggunakan blackle.com anda dapat mengurangi konsumsi listrik anda sebesar 15 watt, hmmm bukan jumlah yg besar kelihatannya kan ? Namun jika kita hitung – hitung lagi secara lebih mendetil, ternyata bisa mengurango konsumsi listrik sebesar 3000 Megawatt-hours per tahun. Silahkan lihat halaman ini untuk penjelasan lebih mendetil.

Menurut saya, klaim ini memang harus diuji lagi kebenarnya, dan jika klaim ini memang benar maka mungkin efek ini hanya belaku untuk jenis monitor CRT saja, sedangkan untuk LCD seharusnya tidak ada perbedaan yan signifikan.

Namun, terlepas dari klaim tersebut dan juga pendapat pribadi saya tadi diatas, memang seharusnya setiap orang sudah mulai harus sadar penggunaan energi yang dilakukannya sehari – hari. Kini, di Indonesia, kita sudah merasakan mulai makin mahalnya harga energi. Lihat saja harga bahan bakar yang makin tinggi, tarif PLN yang makin mahal. Saya pikir, hal tersebut bukan hanya karena kesalahan pemerintah ataupun BUMN yang menjalankan kebijakan energi tersebut, namun lebih karena memang, jumlah energi yang tersedia dewasa ini tidak sebanding dengan jumlah kebutuhan manusia.

Energi yang berasal dari fosil, seperti misalnya bahan bakar minyak atau batu bara, selain makin berkurang kapasitasnya juga dapat menyebabkan polusi pada bumi yang pada akhirnya menyebabkan “efek rumah kaca”. Maka, mulai saat ini mari kita mulai berhitung dan merencanakan bagaimana kita mengelola energi yang kita miliki ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: