Skip navigation

Akhir – akhir ini tampaknya orang – orang sedang eforia bergaya hidup hijau (green lifestyle), mungkin karena baru kemarin dinegeri kita ini baru dilangsungkan hajatan besar bernama “Climate Change Conference“. Banyak orang kini tampak berlomba – lomba untuk tampak ramah lingkungan dengan cara membeli produk – produk yang diklaim hemat energi ataupun dibuat dengan menggunakan material yang natural walau harga produk – produk tersebut biasanya lebih mahal dibandingkan dengan produk – produk konversional. Orang – orang tampak tidak terlalu merisaukan harga yang harus mereka bayarkan untuk membeli produk tersebut. Beberapa waktu belakangan ini pula, banyak teman – teman yang berdiskusi dengan saya mengenai program – program perlindungan lingkungan yang mungkin bisa kita lakukan. Banyak diantara mereka menganggap bahwa untuk bisa ikut terlibat dalam program perlindungan lingkungan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Salah satu ide yang kerap kali muncul dalam pikiran teman – teman saya mengenai program tersebut adalah misalnya dengan cara menggunakan produk – produk ramah lingkungan dalam setiap aktifitas sehari – hari, seperti misalnya BioGas, Kertas Daur Ulang, Peralatan Elektronik Hemat Energi, atau produk – produk lainnnya. Harga produk – produk tersebut memang masih lebih mahal dibandingkan dengan produk – produk lainnya yang biasa kita pakai, sehingga sudah menjadi opini publik bahwa kita harus mengeluarkan dana ekstra untuk bisa bergaya hidup hijau. Sebenarnya, menjadi agen perlindungan lingkungan tidak harus menggunakan produk – produk yang berharga mahal. Agen – agen tersebut harus bisa membuktikan bahwa aktifitas – aktifitas yang ramah lingkungan justru berbiaya murah. Anda tidak perlu membeli kulkas yang katanya hemat energi, namun mahal, hanya jika anda ingin dianggap lebih ramah pada lingkungan dibandingkan orang lain. Anda juga tidak perlu untuk selalu membeli kertas daur ulang jika memang harganya lebh mahal dibandingkan kertas yang biasa anda pakai. Pada kenyataannya, bergaya hidup hijau justru bisa membuat biaya hidup anda lebih murah dari biasanya. Tidak percaya ? nanti diakhir tulisan ini saya akan tuliskan beberapa hal yang saya lakukan sehari – hari yang saya pikir cukup ramah lingkungan dan juga bisa membuat biaya hidup saya lebih murah dari kebanyakan orang. Gaya Hidup Hijau versi Indrio Eko Purnomo

  1. Hanya menyalakan perangkat elektronik yang dibutuhkan (termasuk lampu, komputer, printer, AC, dll). Akibatnya adalah tagihan listrik saya menjadi lebih hemat karena konsumsi energi listrik yang saya butuhkan lebih sedikit.
  2. Bekerja sebaga Teleworker. Akibatnya adalah saya bisa berhemat karena tidak perlu ongkos untuk kekantor setiap hari, bahan bakar yang saya konsumsi lebih sedikit, dan polusi yang mungkin bisa saya timbulkan bisa lebih dikurangi.
  3. Meminimalisir penggunaan kertas untuk menulis, menerima fax, ataupun pencetakan dokumen – dokumen kerja. Saya lebih suka apabila dokumen – dokumen tersebut dibuat, didistribusikan, diarsipkan, dan digunakan dengan masih menggunakan format digital. Akibatnya, biaya pembelian kertas dan tinta saya semakin berkurang. Pengelolaan dokumen – dokumen tersebut juga menjadi lebih mudah dan murah.
  4. Selalu usahakan untuk menggunakan sarana transportasi umum untuk berpergian. Jelas bahwa penggunaan angkutan umum lebih bisa murah dibandingkan dengan penggunaan dengan mobil pribadi, dan hal itu juga bisa mengurangi polusi yang mungkin bisa kita timbulkan.
  5. Maksimalkan umur pemakaian produk – produk elektronik yang anda miliki. Jadi misalnya anda merasa belum perlu untuk segera mengganti Handphone, tunggulah selama 1 tahun lagi untuk membeli yang baru. Hal ini bisa membuat anda berhemat uang seharga Handphone baru tersebut dan juga bisa meminimalisir produksi sampah – sampah ektronik yang sulit untuk didaur ulang. Umur Handphone saya pribadi sudah mencapai 3 tahun, dan belum ada rencana untuk menggantinya.
  6. Membuang sampah pada tempatnya. Hal ini bisa mengurangi kemungkinan akan didenda sehingga bisa juga dianggap sebagai penghematan.

Walau saya sudah melakukan enam hal yang saya pikir bermanfaat untuk lingkungan dan saya sendiri, ada satu hal lagi yang saya sangat kecewa dengan diri saya sendiri. Ada satu kebiasaan yang saya sangat sesali masih melekat dengan saya, yaitu ROKOK. Ya, saya masih menjadi perokok aktif hingga saat ini. Walau saya tahu bahwa kebiasaan saya itu merugikan bagi saya sendiri maupun lingkungan, saya masih BELUM bisa meghilangkan kebiasaan itu. Namun, saya bertekat untuk berusaha lebih keras lagi untuk berhenti merokok tahun depan. Semoga saja bisa. Nah teman – teman, maukan anda, setidaknya berusaha, untuk melindungi lingkungan kita? Maukah anda untuk lebih menghargai bumi yang kita diami sekarang ? Maukah anda, untuk bersama – sama berkata “SAVE OUR EARTH” dan berusaha untuk konsisten melaksanakannya ? ps: Ditulis didepan balkon kamar yang menghadap ketebing jurang di Ubud Bali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: