Skip navigation

Category Archives: Sistem Operasi

Malam ini saya merasa muak banged. Bukan karena makanan yang nda enak. Bukan juga karena pemandangan yang menjijikan. Saya muak dengan ucapan banyak orang disekitar saya hari ini yang mengatakan bahwa F/OSS (baca: Linux) adalah GRATIS ! Kalau itu diucapkan oleh anak kecil yang tidak tahu komputer atau orang awam yang jarang bersentuhan dengan internet, maka ucapan itu masih saya anggap wajar. Namun, apabila ucapan itu diungkapkan oleh orang2x yang mengatakan bahwa dirinya adalah para penggiat F/OSS movement maka itu membuat saya serasa ditohok oleh preman pasar.Dan saya sudah hampir merasa putus asa meluruskan kesalahpahaman ini. Read More »

Advertisements

Udah pada tau soal browser google chrome yang ciamik itu kan ? But kecewa karena hanya tersedia untuk versi Windows(tm) ? Waaaah, untuk pengguna Linux (ubuntu) or MacOS sekarang nda perlu kecewa deh, karena saya skr udh menemukan tutorial installasinya untuk di sistem linux dan MacOS.

Well, kalo mau bisa kaya gambar dibawah ini :

Langsung aja menuju ke sini.

Jangan lupa buat posting artikel soal keberhasilan anda itu dan buat trekbek ke halaman ini ya ? supaya saya juga bisa lihat hasilnya :d

Selamat mencoba

Gara2x tugas kantor yang mengharuskan saya untuk ikut keinginan saya untuk bermain game Warcarft III, mau nda mau saya juga harus menginstall game itu dikompi saya.

Tapi kan itu game Windows ? Berarti gw musti install Windows dikompi donk ?

Langsung pikiran saya berkecamuk memikirkan hal itu. Padahal saya sudah bertekat untuk tidak menggunakan OS mengerikan itu dalam setiap aktifitas saya. Bahkan pikiran yang terbesit jika akan membeli HP pun akan langsung mempertanyakan apa OS yang digunakan oleh HP itu? Kompi2x yang ada dirumah saya maupun rumah orang tua pun tidak ada yang menggunakan Windows, hal itu mengakibatkan anak2x saya lebih mengenal Linux dibandingkan Windows yang diajarkan disekolahnya.

Memang ada Wine yang bisa menjalankan aplikasi Windows dikompi Linux. Namun pengalaman saya sebelumnya menggunakan Wine adalah, aplikasi tersebut blm bisa sempurna menjalankan game2x sejenis Warcraft, dan lagipula secara teori, aplikasi Windows yang berjalan di Wine tentunya akan berjalan jauh lebih lambat dibandingkan apabila berjalan langsung di Windows.

Aaaah, tapi dengan modal kenekatan, saya memberanikan diri untuk menginstall Wine dan kemudian googling di internet untuk mencari installer Warcraft untuk versi demo. Kali ini, saya melakukan percobaan dengan menginstall Wine versi 0.9.46 dan Warcraft demo version.
Setelah berhasil mendownload installer Warcraft, kemudian saya mengekstraknya sehingga menghasilkan file bernama W3Demo.exe. Kemudian dengan Wine saya mencoba untuk menjalankan installer tersebut.

Deg .. deg .. deg … jalan nda ya ?

Waaah, ternyata jalan sehingga akan muncul tampilan seperti dibawah ini pada layar kompi saya.




“Truskan perjuangan mu nak” 🙂 . begitulah kata hati kecil saya saat itu. Perjalanan terus berlanjut dengan sangat mulus dan cepat. Jauh diluar bayangan saya sebelumnya. Hingga akhirnya kisah instalasi berakhir dengan bahagia. Happy ending ceritanya.

But, masih ada satu ujian lagi yang saya harus tuntaskan. Gamenya bisa jalan nda neh ? Kalo dilihat dari menu, game itu sepertinya sudah terinstall dengan baik. Hmm, coba di klik aja deh.

Waaah, jalan … trus coba main, jalan terus … uuuh …. aahhh … lancaaaarrrr




Cihuuuuuy … I’m really love free software (Wine) and Linux

update :

Saya lupa menjelaskan spec kompi yang saya gunakan untuk game ini.

  • Prosesor : AMD Turion 64x 1.8 Mhz
  • Mem : 512
  • VGA : NVidia GeForce 7000M 64 MB (share)
  • OS : Ubuntu Gutsy 7.10 kernel 2.6.20-15-generic

Baru aja sy menyempatkan diri membaca email2x yang masuk di indrio@gmail.com dan same_yo@yahoo.com. Ada satu email yang langsung menarik perhatian saya. Yaitu email yang dikirim oleh pak Roestam ke milis cio-indonesia mengenai rencana kedatangan Mr. Bill Gates ke Indonesia tanggal 9 Mei 2008.

Sebenarnya kehadiran (mantan) orang no.1 Microsoft ini bagi saya tidak terlalu menarik jika misalnya kedatangan dia hanya untuk liburan atau berkunjung kerumah saya(weeeks). Namun rencana tersebut menjadi menarik bagi saya karena bersamaan dengan itu, Microsoft Indonesia tentunya akan melakukan berbagai cara untuk meng-goal-kan misinya untuk “membantu” pemerintah dalam hal pembangunan infrastruktur IT khususnya untuk 4 sektor publik.

4 sektor publik tersebut antara lain :

  1. Sektor Kesehatan
    Microsoft bersama para pengembang vendor lokal membangun sebuah sistem layanan kesehatan bernama QPro. Sistem ini telah diimplementasikan pada beberapa rumah sakit di Indonesia. Selain itu,  Microsoft bersama PMI juga membangun sistem inventori donor darah terpadu.
  2. Sektor Pemerintahan
    Microsoft menyediakan solusi yang terjangkau dan inovatif untuk membantu aparat pemerintah. Salah satu implementasi dari solusi Microsoft ini adalah sistem manajemen pajak dan penerimaan negara di Direktorat Jendral Pajak.
  3. Sektor Pertahanan
    Microsoft menyediakan sejumlah teknologi yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan sistem keamanan aparat pemerintahan, seperti: Microsoft Connected Government Framework (CGF), Rights Management Services, Encrypting File System (EFS), serta BitLocker Drive Encryption.
  4. Sektor Pendidikan
    Microsoft menyediakan solusi pendidikan dengan tiga kriteria: Berpusat pada sisa, biaya yang terjangka, serta sistem yang dapat diperluas.

(sumber : chip.co.id)

Dilihat dari target “pasar” yang akan dirambah oleh MIcrosoft, saya jadi berpikir bahwa hal ini tentunya menjadi tantangan yang sangat keras terhadap para pengiat Free/Open-Source Software yang selama ini sudah berusaha untuk memasyarakatkan perangkat lunak bebas untuk kepentingan publik. Dan apabila nantinya pemerintah dan sektor – sektor publik lainnya benar2x menggunakan softwaresoftware proprietary, tentunya ini akan menjadi sebuah langkah mundur yang jauh bagi bangsa kita yang sekarang ini sedang berusaha untuk mandiri dibidang teknologi.

So, apa yang harus kita lakukan nih ??? Saya sendiri tidak rela apabila usaha para perintis FOSS di Indonesia selama ini dimentahkan oleh kedatangan Mr. Gates yang hanya sebentar disini.

Read More »